
Internet dan media online merupakan salah satu sarana orang-orang untuk melaksanakan pembajakan terhadap banyak sekali bentuk hak cipta seakan-akan film, musik bahkan software. Konten bajakan tersebut pun dapat di download oleh jutaan pengguna internet di seluruh pelosok dunia. Setiap orang (kita) tentu mempunyai alasan yang berbeda-beda terkait alasan mengapa mereka melakukan pembajakan dan mendownload konten ilegal tersebut.
Alasan tersebut bisa saja tergantung pada kebutuhan pribadi, situasi dan kondisi orang tersebut. Mari kita menindaklanjutinya lebih detil:
1. saya tidak ingin membayarnya
Inilah alasan yang paling umum mengapa orang melakukan pembajakan mendownload konten ilegal. Orang-orang hanya ingin film dan aktivitas tv mampu dinikmati secara gratis. Apalagi untuk mendapatkannya cukup praktis, cukup bermodalkan kuota data internet yang banyak, mereka mampu memiliki semua konten tersebut secara gratis di situs torrent dan platform online lainnya.
2. saya tidak sanggup membelinya
Tidak semua pengguna konten bajakan di luar sana melakukannya hanya lantaran mereka tidak mau membayar uang untuk konten yang mereka ingin mengkonsumsi. Namun, beberapa iantara mereka mungkin memang tidak dalam posisi sanggup membeli konten tersebut.
Sebagai pola contohnya acara Adobe Photoshop, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Orang niscaya bertanya, harus aku membeli acara semahal itu hanya untuk mengedit sebuah foto? Tentu saja tidak tanggapannya, maka solusinya yaitu menggunakan program bajakan yang jauh lebih murah bahkan bisa didapatkan secara gratis.
3. Konten yang diinginkan tidak/belum tersedia di daerahnya
Biasanya ini terjadi pada film-film terbaru yang baru saja dirilis atau pun di putar di bioskop. Film tersebut tentu tidak pribadi mampu di tonton, harus menunggu beberapa bulan ke depannya gres bisa di tonton dalam bentuk DVD misalnya. Bagi orang yang tidak tabah, menunggu tentu hal yang sangat membosankan. Belum lagi adakala ada film yang memang tidak diizinkan terbit pada wilayah tertentu. jadinya jalan pintas untuk mempunyai film tersebut ialah dengan menggunakan bajakan.
4. Sulit untuk membelinya
Maksud disini ialah jalan transaksi keuangan yang harus di tempuh untuk memiliki konten orisinil tersebut. acuan contohnya sebuah acara yang hanya dapat di beli dengan Paypal. Cukup memberatkan kalau konsumen harus menciptakan email, mendaftar akun Paypal, menciptakan kartu kredit, verifikasi akun paypal dengan kartu kredit, gres lalu baru bisa dilakukan transaksi pembayaran untuk menerima acara tersebut.
5. Hanya memakainya untuk sekali pakai
Konten yang beli hanya digunakan untuk sekali pakai. Sebagian konsumen tentu tidak akan mau menghamburkan-hamburkan isi dompet hanya untuk barang sekali pakai, apalagi kalau mereka menemukan Cara untuk mendapatkannya secara gratis.
6. Melihat orang lain melakukannya
Orang seakan-akan itu biasanya tidak begitu peduli dengan hak cipta orang lain, ketika ditanya kenapa Anda melakukannya. jawabannya simpel saja, "Dia juga melakukannya! dan beliau mengajarkan aku!"
7. Mereka tidak mengetahui sedang melakukan perbuatan ilegal
Mungkin ini yaitu jawaban yang menciptakan kita sering gundah dikala mendengarnya. Sama seolah-olah halnya kita bertanya kepada pencuri "Kenapa Anda mencuri?", "Saya tidak tahu kalau aku sedang mencuri". Meskipun ada hal yang masuk akal dibalik balasan tersebut, contohnya orang yang memang baru mengenal dunia internet, niscayanya mereka menganggap bahwa semua yang ada di dunia internet tersebut adalah legal digunakan dan tidak melanggar hak cipta.
Jadi, dengan alasan apapun kita tetap harus menghargai karya dan hak cipta orang lain. Baik itu film, musik, software bahkan tulisan ialah merupakan karya yang tidak simpel untuk menghasilkannya, butuh cucuran keringat dan kerja keras. seperti artikel serhamo ini ;-).
Post a Comment