
Istilah 'om telolet om' ketika ini menjadi topik terhangat di dunia maya. Mengutip dari situs BBC.com hingga artikel ini ditulis, 'om telolet om' sudah disebut 445.000 kali di Twitter (menjadi salah satu topik populer dunia) dan juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook. Istilah tersebut dikaitkan dengan segelintir orang remaja bahkan bawah umur yang sengaja menunggu bus angkutan tertentu lewat lalu mereka meminta kepada sang sopir untuk membunyikan bunyi unik klakson dengan nada Telolet.
Bahkan ada komentar aneh yang menyambut kasatmata fenomena tersebut dengan menulis komentar "Indonesia giving the world the best meme to close 2016 in the best possible way. OM TELOLET OM" (Indonesia menyampaikan meme terbaik untuk menutup tahun 2016 dengan Tutorial yang paling keren. OM TELOLET OM!)
Tidak ada tujuan khusus dari aksi 'Om telolet om' tersebut, mungkin karena bunyi nada klakson yang unik itu maka sebagian orang menganggapnya hanya sebagai hiburan semata. Lantas secara teknologi bagaimana sih Tutorial kerja klakson telolet tersebut? Berikut ulasannya.
Bunyi klakson mampu dihasilkan dari 2 macam tipe, adalah tipe udara (air horn) dan tipe elektronik. Pada tipe udara, bunyi dihasilkan dari hembusan angin yang disimpan dalam tabung bertekanan.
Sedangkan pada tipe elektronika dihasilkan dari getaran magnet elektro yang terjadi saat dialiri dengan arus listrik. Tutorial kerjanya boleh dikatakan hampir sama dengan speaker pengeras bunyi. dikala ini kedua tipe klakson tersebut sudah mampu menghasilkan bunyi telolet.

Umumnya pada klakson biasa hanya memiliki 1 atau 2 corong saja, namun pada klakson telolet jumlah corong dapat bertambah menjadi 3 bahkan ada yang 6 corong. Hal ini dilakukan untuk menambah variasi bunyi telolet. Dimana setiap corong telah diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, bisa dari rendah ke tinggi atau pun sebaliknya. pada dasarnya konsep bunyi telolet tersebut hampir sama seakan-akan nada dering yang pernah kita jumpai pada ponsel monophonic lama dan ketika kita memainkan piano.
Sebagai contoh supaya lebih simpel dipahami, kalau kita menggunakan tangga nada:
- Corong 1 menghasilkan bunyi DO
- Corong 2 menghasilkan bunyi RE
- Corong 3 menghasilkan bunyi MI
- Corong 4 menghasilkan bunyi FA
- Corong 5 menghasilkan bunyi SOL
- Corong 6 menghasilkan bunyi LA
Bunyi corong 1 s/d 6 tersebut diacak secara bergantian oleh alat yang dinamakan modul relay sehingga menghasilkan bunyi yang kita sebut dengan telolet.
Begitulah kira-kira sekilas ulasan serhamo ihwal Cara kerja klakson telolet yang sedang nge-trend dikala ini. Mohon ditambah bila ada yang dirasa kurang dan diperbaiki jikalau ada kesalahan. Semoga bermanfaat.
Post a Comment