Selama aku memakai hp asus tidak ada kendala sedikitpun hingga hp tersebut kesudahannya saya kasih ke sepupu aku. atas pengalaman tersebut aku merekomendasikan adik aku yang ingin membeli hp gres untuk membeli hp produk asus, karena aku masih punya iktikad bahwa asus dengan ke handalannya pantas untuk dimiliki.
Akhirnya atas saran aku, adik saya memilih untuk membeli produk Asus ZenFone 3 Max (ZC520TL), di awal-awal pemakaian memang tidak ada perkara, namun sehabis hampir satu tahun, untuk hp asus zenfone 3 max yang dimiliki adik saya tersebut mulai muncul beberapa hambatan yang cukup menjengkelkan.
Setelah mencari berita ternyata ada aneka macam pengguna yang mengalami hambatan yang sama dengan hp asus zenfone 3 max miliknya. dari apa yang adik saya alami dan dialami juga oleh beberapa pengguna dengan kendala yang sama, saya menyimpulkan bahwa asus zenfone 3 max sepertinya sebuah produk yang praktis sekali rusak.
3 Kendala (kekurangan) Asus Zenfone 3 Max yang cukup menjengkelkan (pengalaman)
Berikut beberapa hambatan hp asuz zenfone 3 mak yang aku alami sendiri pada hp adik aku.
1. Tombol Navigasi (back, home dan recent app) tidak berfungsi
Kendala yang pertama yang dialami oleh hp asus zenfone 3 milik adik saya ialah tidak berfungsinya tombol navigasi back, home dan recent apps, ketiga tombol tersebu datang-tiba tidak berfungsi sama sekali, padahal penggunaan hp sama halnya seolah-olah penggunaan hp pada umumnya, paling sekali-sekali dipake main game.
Tombol sempat menyala kembali ketika tema diganti ke tema bawaan, namun sesudah hp diaktifkan kembali, hp kembali lagi dengan permasalahan yang sama, sampai sekarang ke 3 tombol navigasi dari hp android asus zenfone 3 mak milik adik saya, masih macet dan sulit untuk diperbaiki. sehingga karenanya menggunakan tombol navigasi mode software yang banyak disediakan di google play store.
2. Layar seakan-akan tersentuh sendiri.
Beberapa hari sehabis mengalami hambatan pada tombol navigasi, mucul lagi hambatan kedua yaitu, layar hp bergerak-gerak sendiri, membuka aplikasi dan lain sebagainya seakan-akan disentuh-sentuh, padahal layar tidak disentuh sama sekali.
Ini yang membuat hp hingga saat ini jadi sulit sekali digunakan, padahal hambatan pada tombol navigasi bantu-membantu bisa diatasi oleh mode navigasi software, namun karena layar hp sangat sensitif dan terus menerus membuka tutup aplikasi, hp sampai saat ini tidak menjadi sulit untuk digunakan yang akibatnya hp disimpan untuk diperbaiki.
3. Desain body pada area Port charger pecahan atasnya Mudah Retak.
Sebenarnya yang ketiga ini bukanlah sebuah hambatan yang serius, karena hambatan seolah-olah ini tidak mempengaruhi kinerja hp, namun kurang bagus saja dilihat.
Ternyata Pada are port masuknya colokan usb di body hp penggalan atas mudah sekali retak, ini mungkin dampak desain yang kurang maksimal dan bahan yang dipakai seakan-akannya kurang ok, maka body tempat masukan colokan charger mudah sekali retak.
Dengan adanya hambatan tidak berfungsinya tombol navigasi ditambah lagi dengan permasalahan layar touch screen yang terlalu sensitif, tanpa disentuh layar bergerak dan membuka aplikasi sendiri terus menerus, dikala ini hp asus zenfone milik adik aku sudah tidak mampu dipakai, lah bagaimana bisa dipakai, baru diaktifkan saja layar sudah buka-buka aplikasi sendiri secara otomatis, sangat sulit untuk melakukan navigasi.
Setelah mencari acuan di forum-forum yang membahas kasus asus, untuk mengatasi permasalahan tersebut sampai ketika ini solusi terakhir yang banyak ditawarkan adalah harus memperbaiki hp tersebut ke tukang service, lantaran kabarnya ada hardware yang harus diperbaiki.
Pengalaman di atas tentu saja bukan bermaksud menjelek-jelekan sebuah produk, namun hanya untuk memberikan info kepada calon pembeli supaya mereka dapat mempertimbangkan sebelum menetapkan membeli hp produk asus zenfone 3, dan semoga dengan adanya kendala di atas secara tidak langsung mampu menyampaikan masukan kepada asus semoga mampu menciptakan produk yang lebih baik lagi, baik dari sisi hardware maupun software.

Post a Comment